Tampilkan postingan dengan label Bahan Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahan Renungan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Juni 2014

Renungan Inspiratif - Hidup Tidak Untuk Dijalani Setengah-Setengah

Kata Renungan Inspiratif Kehidupan

Hidup tidak dimaksudkan untuk dijalani setengah-setengah melainkan untuk dijalani sepenuhnya. Jika Anda ingin membuat perubahan di dunia, Anda harus kuat. Anda harus berani mengambil resiko. Bahkan terkadang Anda perlu untuk membabi buta berlari ke arah yang tidak meyakinkan, namun ketika Anda percaya jalan tersebut memang akan mengantar Anda ke tempat yang tepat.

Renungan Inspiratif - Hidup Tidak Untuk Dijalani Setengah-Setengah oleh Kisah Motivasi

Kamis, 12 Juni 2014

Renungan Inspiratif - Angan Tanpa Batas

Renungan Inspiratif Angan Tak Berbatas

Kita hidup di dunia yang didefinisikan oleh batasan. Anda tidak dapat melakukan perjalanan lebih cepat dari kecepatan cahaya. Anda harus dan akan menjemput kematian. Anda tidak bisa terlepas dari batas-batas tersebut.

Tapi keajaiban dan harapan kesadaran manusia adalah bahwa kita masih bisa berangan-angan tanpa batas.

Renungan Inspiratif - Angan Tanpa Batas oleh Kisah Motivasi

Rabu, 05 Februari 2014

Bahan Renungan - Hentikan Meneriaki Anak dan Mulailah Berbisik

Artikel Hentikan Meneriaki Anak dan Mulailah Berbisik


Apakah Anda tahu?

Hasil penelitian menunjukkan tiga dari empat orangtua menjerit atau meneriaki anak-anak mereka paling tidak satu kali sebulan. Dr. Phil McGraw mengakui konsep yang sudah tidak asing tersebut.

Dalam sebuah wawancara, dengan nada bercanda dia berkata, “Sampai mereka berusia 5 tahun, aku mengira anak-anakku tuli.”

Banyak orangtua yang meneriaki anak-anak mereka dikarenakan mereka merasa itu memang sesuatu yang perlu dilakukan.

Tapi Dr. Phil yang seorang psikolog ini mengatakan bahwa dengan meninggikan suara pada anak-anak Anda demi mendapatkan perhatian mereka maupun mengubah perilaku mereka, tak urung justru tidak efektif.

“Hal ini akan menghentikan komunikasi, itulah letak masalahnya. Segera setelah Anda mulai berteriak, anak-anak akan langsung masuk ke dalam mode menutup diri.”

Ketika seorang anak sedang marah, langkah paling bijak untuk Anda ambil adalah dengan berbisik pada mereka. Hal ini karena berbedanya tindakan tersebut dengan yang sehari-hari mereka dengar. Jika Anda merendahkan level Anda dan berbisik, maka mereka harus diam demi untuk mendengar Anda. Anak-anak itu sangat teramat penasaran.

Menurut penelitian yang dilansir dari The Wall Street Journal, anak-anak yang diteriaki mungkin lebih cenderung memiliki masalah perilaku, gejala depresi dan hubungan kurang memuaskan ketika mereka dewasa nanti.

Rabu, 12 Juni 2013

Renungan #1 - Kebahagiaan Sejati

Kata renungan tentang kebahagiaan sejati

Bahan renungan hari ini:
Kebahagiaan sejati itu stabil, konstan, abadi dan tidak tergantung pada siapapun atau apapun.
Klik pada gambar di atas untuk memperbesarnya agar dapat lebih jelas membacanya.

Rabu, 19 Desember 2012

Renungan Inspiratif - Ekspresi Logam

Cerita Inspiratif
Lihat gambar lebih besar

Anda tahu bahwa bagian belakang mobil ternyata juga memiliki ekspresi wajah?
Orang yang baru belajar mengemudi di kala dia memotong jalan anda di depan, lampu seinnya di belakang akan terlihat berkedip-kedip dengan segan, menandakan betapa gugupnya pengemudinya.

Sementara lain hal dengan supir yang sok hebat di mana terkadang memiliki lampu kelap kelip yang benderang terpasang di mobilnya. Bahkan tak jarang bagian belakang mobilnya tertera, 'Jangan cari masalah denganku!'

Nah, tatkala logam-logam bahkan memiliki ekspresi, menurut anda apa yang dimiliki manusia?

Maka dari itu, janganlah mencoba mengotori kenangan yang dimiliki seseorang.

Jika memang ingin pergi dari seseorang, maka pergilah dengan bermartabat.
Jika memang ingin mengalahkan seseorang, maka kalahkanlah dengan bermartabat.
Melangkahlah menjauhi mereka yang di belakang anda dengan mengagumkan, dengan wajah indah terpampang, dan bukan wajah mencemooh yang dapat membawa kebencian. 
Karma, kejujuran, kesetiaan, penghormatan, dan pengendalian diri menghubungkan kita semua dalam ruang lingkup kesederhanaan hidup.- Anonymous

Credit Analogi Ekspresi Logam: Sun-ah

Jumat, 30 November 2012

Renungan Inspiratif - Kita dan Konflik

Renungan tentang konflik
Credit Gambar Pepatah Bijak


Setelah lama tidak mengupdate blog sejak di postingan dongeng motivasi terakhir, kali ini saya hanya ingin mengoceh sedikit mengenai renungan tentang konflik mengingat belakangan semakin merajalelanya konflik di berbagai belahan dunia.

Bukan hanya belakangan ini sebenarnya, tapi di dunia ini mungkin malah tidak pernah ada masa di mana konflik-konflik tidak terjadi.


Jangankan di negeri-negeri seberang, bahkan seberang rumah, atau bahkan seberang meja makan (dengan keluarga misalnya) pun kadang tak luput ini terjadi. Mungkin juga sekarang lebih banyak yang memilih konflik daripada perdamaian kali ya? Apa karena adanya rasa candu terhadap amarah dan pertentangan mungkin?


Sejumlah orang bahkan kelihatannya tidak ingin konflik tersebut berakhir, malah pasti tidak sedikit yang berpendapat dengan konflik justru dapat menyelesaikan masalah. Padahal tanpa disadari sebenarnya ini justru bisa membunuh diri kita sendiri. Karena konflik itu tak lebih merupakan suatu gejala keterikatan akan kedudukan dan hal inilah yang bisa memberikan rasa ketakutan yang jika dibiarkan hidup akan membunuh sang tuannya sendiri .


Konflik itu sendiri dapat diselesaikan dengan adanya rasa 'rela melepaskan'. Tapi tentunya ini dapat terjadi hanya pada saat di mana kita bisa melihat bahwa 'apa yang kita miliki' hanyalah sesuatu yang semu dan tidak perlu takut jika kita kehilangan itu. Dan menganggap bahwa dengan menang dari konflik bukan berarti kita mendapat sebuah kejayaan.


Tapi apa bisa kita semua memandang seperti itu? Tidak kali ya? Atau belum?

Jumat, 19 November 2010

Renungan Inspiratif - Keseimbangan Hidup

Kisah Motivasi dan Cerita Inspiratif


Web Kisah Motivasi kali ini akan coba membahas tentang keseimbangan hidup. Coba anda bayangkan hidup itu bagaikan sebuah permainan juggling dengan lima bola. Adapun anda menamakan bola-bola ini sebagai: pekerjaan, keluarga, kesehatan, teman, dan nilai spiritual (disini saya mengartikannya sebagai agama), dan anda mencoba untuk mempertahankan agar mereka semua tetap berada di udara. Namun anda akan segera memahami bahwa pekerjaan itu bagaikan bola karet. Jika anda menjatuhkannya, ia akan bangkit kembali. Tetapi empat bola lainnya, keluarga, kesehatan, teman dan nilai spiritual merupakan bola kaca. Jika anda menjatuhkan salah satunya, maka tidak diragukan lagi akan ada yang lecet, rusak, atau bahkan hancur. Dan saat anda menggenggamnya kembali di tangan, anda akan menemukan bahwa mereka tidak sama lagi dan selamanya tidak akan pernah sama. Anda harus memahami hal tersebut dan berusaha untuk tetap menjaga keseimbangan dalam hidup anda.

Kerja memang penting, namun tanpa menjaga keseimbangan hidup anda, anda tak akan meraih kebahagiaan sejati.
1). Tanpa agama yang selalu dapat menuntun moral anda, maka anda akan dengan mudahnya melenceng. (Contoh nyatanya yah liat aja para koruptor)

2). Tanpa keluarga yang harmonis apa gunanya hasil kerja keras anda? Anda tidak mungkin kan hanya menikmatinya sendiri. Kepuasan akan hasil kerja anda, bukan di dapat hanya dengan melihat keberhasilan kerja itu. Tapi kepuasan dengan mengetahui bahwa keberhasilan kerja keras anda, dapat anda nikmati bersama keluarga. Bukan dalam artian hanya dengan memberi mereka sejumlah uang, atau menyediakan kebutuhan mereka lalu selanjutnya anda pergi lagi, tetapi anda benar-benar menikmati bersama mereka.
3). Tanpa kesehatan percayalah pekerjaan apapun yang sedang anda lakukan, itu tak akan berlangsung lama.
4).Salah satu hal yang juga sangat penting dalam hidup adalah sosialisasi, teman mungkin tidak jauh berbeda dengan keluarga. Mereka ada untuk menemani dan menyertai anda dalam perjalanan hidup. Seseorang yang tegas dan kokoh sekalipun pasti suatu saat membutuhkan tempat untuk bersandar disaat dia mulai lelah.
    Yakinlah bahwa sukses dalam hidup masihlah belum lengkap jika anda hanya sukses dalam bekerja akan tetapi gagal dalam menjalin hubungan dengan aspek-aspek hidup lainnya.
    Ketika bekerja merupakan kesenangan, hidup adalah kegembiraan! Ketika pekerjaan menjadi tugas, hidup adalah perbudakan. - Maxim Gorky


    Renungan Inspiratif - Keseimbangan Hidup oleh Kisah Motivasi

    Minggu, 14 November 2010

    Renungan Inspiratif - Pria Di Balik Kesuksesan Coca Cola

    Cerita Motivasi Bisnis


    Roberto Goizueta
    , yang merupakan salah seorang di balik cerita sukses bisnis The Coca Cola Company, pernah berkata: 'Kau hanya akan tersandung bila kau bergerak.'

    Jadi di saat kita terjatuh, tidak sebaiknya kita merasa patah semangat, karena itu berarti kita sedang bergerak melakukan sesuatu, bukan hanya berdiam diri di satu titik.
    Atau misalnya sebuah contoh lain, dimana anda terus menerus termotivasi untuk menghindari kegagalan dengan selalu bermain aman, apakah dengan begitu kita bisa menjadi lebih baik? Seperti pepatah lama bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Bukannya berarti kita harus mencari-cari kegagalan, namun dengan selalu bermain aman dan menghindari tantangan, tentunya akan sulit bagi kita untuk belajar tentang arti kesuksesan yang sesungguhnya.
    Namun disaat mengambil resiko, ada kemungkinan kita akan terjatuh. Hal itu pasti tidak menyenangkan, kita mungkin ingin merangkak bersembunyi di bawah batu atau hilang tertelan bumi. Tapi jangan! Sebaliknya, kita harus bangun dan mengingat bahwa para investor dan pebisnis besar di masa lalu pun sering gagal berkali-kali sebelum mendapatkan kesuksesan mereka.
    Seperti Roberto Goizueta tidak takut terlihat bodoh demi meraih sukses. Meskipun bangga dan percaya diri dengan keahlian bisnisnya, namun dia tidak segan-segan mengakui keterbatasan dan kekurangannya dengan sering mengajukan pertanyaan mulai dari pertanyaan sederhana tentang nilai pasar hingga perhitungan kompleks laba dan nilai modal yang diinvestasikan.Apakah itu kita seorang pebisnis, manajer, mekanis, atau guru sekolah, kemampuan untuk terus meningkatkan keterampilan yaitu dilihat dari dedikasi, disiplin dan fokus dalam belajar, kesemua hal tersebut dapat membuat perbedaan antara karir yang buntu dan karir yang terus melesat untuk posisi yang lebih tinggi.

    Perbedaan antara keberuntungan dan kesuksesan terletak pada cara mereka menjadi sukses. Mereka yang beruntung, tidak menemui kendala berarti untuk berada di puncak, namun sebenarnya orang yang bisa disebut sukses adalah mereka yang bisa bangun dari keterpurukan, belajar dan menata kembali langkahnya menuju puncak.

    Kata Motivasi:
    "Jika anda mengambil resiko, anda mungkin gagal. Tapi jika anda tidak mengambil resiko, anda sudah pasti gagal. Resiko paling terbesar adalah tidak melakukan apa-apa."
    Roberto Goizueta

    Sumber Referensi:
    I'd Like The World to Buy a Coke: The Life and Leadership of Roberto Goizueta oleh David Greising


    Minggu, 07 November 2010

    Renungan Motivasi - Kegagalan Bukan Akhir Dunia

    Renungan Motivasi

    Bila Anda membaca judul postingan ini, saya yakin bahwa sebagian besar yang membacanya akan berpikir bahwa pernyataan tersebut sudah ketinggalan jaman. Sudah banyak yang sering membicarakan tentang hal tersebut, tapi yang namanya hidup di dunia yang keras ini kita emang harus selalu saling mengingatkan. Ibaratnya seperti pisau yang semakin diasah maka akan semakin tajam.

    Balik membahas tentang kegagalan, mari kita ambil contoh Albert Einstein. Kisah singkat tentang perjalananan hidupnya mungkin bisa sebagai bahan cerita yang dapat memberikan kita motivasi. Seseorang yang sering mengalami kegagalan di masa mudanya namun berakhir sebagai salah satu genius sepanjang masa.

    Tahu apa rahasianya? Dia tidak pernah menyerah.

    "Pemenang tidak pernah berhenti dan mereka yang berhenti tidak akan pernah menang."

    Saat mencoba mendaftar di Eidgenosische Technische Hochschule (ETH) untuk mendapatkan diploma Electric Engineer-nya, Einstein ternyata gagal dalam ujian masuk. Tapi dia tidak berhenti disitu, Einstein kemudian memilih melanjutkan sekolahnya di Aarau.

    "Jangan biarkan sejarah masa lalumu membunuh takdir masa depanmu."

    Siapa yang bisa menyangka ternyata pada masa-masa awal dia bersekolah, Einstein bahkan pernah dianggap oleh beberapa guru mengalami gangguan mental. Itu karena dia selalu saja berdiam diri, duduk di belakang kelas sembari tersenyum-senyum sendiri.

    "Orang-orang tidak gagal, mereka hanya berhenti untuk mencoba."

    Pada tahun 1900 ketika Albert Einstein telah lulus dari Polytechnic dan mendapatkan diploma guru Matematika dan Fisika, dia menghabiskan masa frustasi dua tahun setelahnya untuk mencari pekerjaan yang tak kunjung di dapatnya. Namun lihatlah, pada tahun 1908 dia bahkan dianggap sebagai seorang pemimpin di bidang sains. Dan tahun-tahun berikutnya dia menjadi professor di beberapa universitas. Dan hingga masa sekarang ini, siapa sih yang nggak mengenal Albert Einstein?

    Merujuk dari kegagalan Einstein hingga kesuksesannya yang luar biasa, kenapa kita tidak bisa menjadi seperti dia? Menjadikan kegagalan sebagai kunci penyemangat menggapai kesuksesan kita. Memandang kegagalan itu sebagai sebuah celah, hingga yang dapat memisahkannya dengan keberhasilan hanyalah dari cara kita memandang dan tindakan yang akan kita ambil mengenainya. Hal itulah yang akan membuat perbedaan.

    Kegagalan itu sebenarnya bukan ketika kita jatuh, akan tetapi ketika kita tidak pernah lagi berdiri setelah terjatuh.


    Kata-Kata Bijak:
    “Hidup itu seperti bersepeda. Untuk tetap menjaga keseimbangan, kamu harus tetap bergerak."
    Albert Einstein

    "Belajar dari hari kemarin, hidup untuk hari ini, berharap untuk hari esok. Dan yang terpenting adalah jangan pernah berhenti bertanya-tanya."
    Albert Einstein

    Renungan Motivasi - Kegagalan Bukan Akhir Dunia oleh Kisah Motivasi

    Senin, 01 November 2010

    Renungan Inspiratif - Jejak Hujan di Padang Pasir

    Kisah Motivasi dan Cerita Inspiratif


    Semua perempuan yang dilahirkan tanpa adanya kelebihan misalnya paras yang cantik, kekayaan yang melimpah atau kepintaran dan kecerdasan yang tinggi pasti pernah merasakan dimana dia merasa sangat iri terhadap perempuan lain yang lebih dari dirinya, walaupun tidak sering tapi pasti sempat terbersit tentang hal itu.

    Kalau kata aku sih itu wajar, kenapa?

    Penilaian atau pandangan orang lain terhadap dia seringkali terlalu mendiskriminasikan dikarenakan kebanyakan orang begitu berlebihan dalam menyanjung si perempuan berparas cantik. kaya. dan cerdas lainnya. Tapi bukan berarti dia harus terus merasa jelek atau merendahkan diri atau apapun, paling enggak cobalah melakukan sesuatu yang dapat menonjolkan kelebihannya. Kalau masih tidak punya juga? Wah.. Pasti ada kok, tiap manusia diciptakan dengan kelebihannya masing-masing.

    Memang enak yah jadi orang cantik yang udah cantik dari sananya. Mau dandan kayak bagaimana juga tetap cantik dan semua orang mengaku kalau dia cantik.

    Memang enak yah jadi orang cantik karena pintar dandan. Setidaknya masih bisa terlihat cantik dan beberapa orang bilang dia cantik.

    Yang kasian tuh orang yang mutlak. Jeleknya.
    Tapi setidaknya tetaplah bersyukur telah diciptakan sempurna.

    Aku bukan termasuk orang yang cantik dari sananya. Biasa aja, standar, bahkan kalau orangnya tidak suka sama aku pasti aku disebutnya jelek. Aku terlahir tidak dengan kulit yang putih ataupun kuning langsat, bisa dibilang hitam dan sering kali dikata-katain sama orang karena masalah ini ( SARA banget tuh orang kan?!)

    Aku terlahir bukan dengan kecerdasan orang jenius, tapi tidak mau disebut bodoh juga. Huehehehe. Begini-begini aku tuh lumayan (bodohnya).

    Dan lagi-lagi aku juga bukan termasuk cewek dengan tingkat kekayaan yang 'wah' tapi cukup buat bisa bertahan hidup (thx to my pap). Terkadang atau bahkan seringkalinya aku bertanya (lebih dengan nada putus asa) kenapa Tuhan memberikan cobaan dalam kehidupanku baik dalam keluarga atau pun cinta begitu berat terasa. Dan sering kalinya akhirnya aku menyadari pula bahwa aku masih tetap harus bersyukur karena aku masih mampu bertahan.

    Hidupku bisa dibilang jalannya datar-datar aja, terkadang aku jalan di jalan yang benar terkadang aku berbelok ke jalan yang kurang benar (tidak mau dikatain salah).

    Aku pernah merasa iri banget sama temanku yang bisa dibilang sangat menarik perhatian lawan jenis ataupun sejenis (sekedar berteman sesama orang cantik). Wuih, jangan salah. Irinya. Nyata. Kalau lagi jalan hampir semua mata hanya tertuju padanya. Kalau ada yang mengajak kenalan pasti ke dia. Kalau memberi diskon ataupun traktir pasti ke dia. Sedangkan aku? Cuma sebagai bayangan di baliknya. Mungkin salah satu dari mereka bertanya kenapa aku bisa berteman dengannya.

    Dulu itu yang aku rasain,...

    Tapi sekarang?

    Aku masih tetap aku yang seperti dulu. Tidak banyak yang berubah kecuali makin lebih sedikit dewasa. Wajah aku masih tetap sama. Sifatku juga gak berubah. Tapi aku yang sekarang mencoba lebih bersykur. Aku masih belum mendapatkan 'harta berharga'ku. Aku belum mendapatkan kebahagian yang sebenarnya. Tapi aku tau siapa diriku. Aku mencoba tau potensiku dan kekuranganku, jadi aku bisa melangkah dengan percaya diri,aku tidak perlu menjadi seperti dia, karena setiap orang punya porsi kebahagiaannya sendiri.

    Mungkin dia terlihat bahagia, tapi siapa yang tahu dalam hatinya? Mungkin dia merasa risih dengan pandangan orang tentangnya.

    Mungkin aku memang belum mendapatkan seseorang yang bisa tulus mencintaiku seperti orang lain.
    Mungkin aku memang tidak banyak disukai.

    Tapi aku percaya...
    Hanya dapat percaya... Tuhan menciptakan hambaNya berpasang-pasangan, pasti ada satu entah dimana dia berada yang bisa mencintaiku dengan tulus.
    Mungkin aku memang belum mendapatkan kebahagian yang sebenarnya.

    Tapi aku percaya...
    Hanya dapat percaya... Tuhan telah menyiapkan kebahagianku di depan sana.

    Atau jika Tuhan memang mentakdirkanku tetap tak memiliki kebahagiaan itu, aku akan tetap menjadi aku...
    Tapi aku tak akan mau untuk hanya menjadi jejak hujan di padang pasir.
    Jika aku harus menjadi...
    Aku akan menjadi jejak hujan di bebatuan.

    Inspirational Quote:
    Tuhan tidak membuat kesalahan ketika Dia menciptakanmu. Kamu hanya harus melihat dirimu seperti Tuhan melihatmu. - Joel Osteen



    Renungan Inspiratif - Jejak Hujan di Padang Pasir oleh Kisah Motivasi

    Kamis, 28 Oktober 2010

    Renungan Motivasi - Pelajaran Tentang Kebulatan Tekad

    Belajar Motivasi

    Pernah tidak anda melihat bagaimana seekor beaver bekerja? Jika belum, maka anda akan terkagum-kagum atas apa yang bisa mereka ajarkan pada kita tentang kesuksesan dalam suatu misi. Entah disadari oleh beaver sendiri atau tidak, tapi mereka adalah pakar dalam hal mencapai tujuan. Mereka bisa melihat dan mengetahui bahwa untuk membawa sebuah pohon yang jauh lebih besar dari badan mereka sendiri sangatlah mustahil untuk dibawa dalam satu waktu, namun beaver tidak menyerah. Mereka bertekad untuk tetap membawa pohon untuk persediaan makanan meskipun mereka harus pulang balik membawa beberapa gigitan berulang-ulang.

    Mereka memiliki tujuan yang jelas dalam pikiran mereka pada saat mengunyah batang pohon yang akan mereka bawa ke rumah mereka sedikit demi sedikit.

    Dan saya yakin beberapa dari anda pun pernah mendengar tentang ditemukannya bendungan terbesar yang merupakan buatan beavers pada satu daerah di Alberta Utara. Bahkan saking besarnya bendungan ini, sehingga dapat terlihat dari antariksa. Bendungan yang menurut perkiraan dibangun sejak pertengahan tahun 1970 dan masih terus berlangsung hingga saat ini, menggambarkan bagaimana koloni beavers dengan kebulatan tekad mereka membuat satu atau lebih bendungan untuk menyediakan air yang tenang dan dalam untuk melindungi keluarga mereka terhadap serangan predator dan juga sebagai sarana mengapungkan makanan dan bahan bangunan untuk rumah mereka.

    Dengan melihat bagaimana koloni beavers bekerja dapatnya kita menarik sebuah hikmah yang dalam. Bila anda ingin mencapai sesuatu tidak peduli apapun itu, menetapkan tujuan akan membuat anda tetap fokus pada hasil akhir. Mengetahui apa yang anda inginkan, dan menentukan dimana anda saat ini dalam kaitannya dengan hal yang anda inginkan. Dan saat anda mengetahui dimana anda sekarang, maka tetapkanlah tujuan dan tindakan yang anda butuhkan untuk mendapatkannya.

    Dan sangat penting, jangan pernah berkecil hati jika anda tidak dapat mencapai tujuan tersebut. Telaah kembali dan pikirkan rencana atau tindakan-tindakan selanjutnya dan mulailah lagi mencapai tujuan akhir itu. Tetaplah fokus dan jangan biarkan gangguan-gangguan menguasai pikiran anda atau menggelincirkan anda dalam mengambil tindakan selanjutnya. Hal-hal sekecil apapun akan sangatlah mudah untuk melempar anda dari tujuan yang ingin anda capai, maka berhati-hatilah. Setiap tantangan yang tak terduga yang bermunculan dalam hidup anda hanya ada untuk menguji tekad anda dalam suatu perjalanan menuju kesuksesan.

    Motivational Quote:
    "Perbedaan antara hal yang mustahil dan hal yang mungkin, terletak pada tekad seseorang." Tommy Lasorda

    Note:
    Pada umumnya sebutan "Beaver" di Indonesia diartikan pada "Berang-berang", namun secara ilmiah "Beaver" dan "Berang-berang" adalah dua spesies binatang berbeda.

    Renungan Inspiratif - Si Jelek



    Semua orang di kompleks apartemen saya tinggal tahu siapa si Jelek itu. Jelek adalah seekor kucing jantan. Jelek mencintai tiga hal di dunia ini: berjuang, makan sampah, dan cinta.

    Ketiga hal-hal ini kemudian dikombinasikan dengan kehidupan, sangat berpengaruh terhadap Jelek. Kita memulai dengan, dia hanya memiliki satu mata, dan di mana mata yang lainnya hanyalah sebuah lubang menganga. Dia juga kehilangan telinga pada sisi yang sama, kaki kirinya terlihat seperti pernah mengalami luka patah yang parah, dan telah sembuh pada sudut yang tidak alami, sehingga membuatnya terlihat seakan-akan selalu seperti hendak berbelok.

    Ekornya telah lama hilang, dan hanya menyisakan potongan terkecil. Si Jelek adalah kucing berbulu dengan garis abu-abu gelap, kecuali luka yang menutupi kepala, leher, dan bahkan bahunya dengan tebal, koreng yang menguning. Setiap kali seseorang melihat si Jelek hanya akan ada satu reaksi yang sama. "Kucing itu sangat JELEK!"

    Semua anak-anak diperingatkan untuk tidak menyentuhnya, orang dewasa melempar batu ke arahnya, menyiramnya ketika ia mencoba datang ke rumah-rumah mereka, atau membanting pintu ketika ia tidak beranjak pergi. Jelek selalu memiliki reaksi yang sama. Jika Anda menyiramkan air padanya, ia akan berdiri di sana, basah kuyup sampai Anda menyerah dan berhenti. Jika Anda melemparkan sesuatu padanya, ia akan meringkukkan tubuh di sekitar kaki seakan memohon ampunan.

    Setiap kali dia melihat anak-anak, dia akan datang berlari mengeong dengan tergila-gila dan menyundulkan kepalanya ke tangan mereka, mengemis akan cinta mereka. Jika seseorang mengangkatnya ia segera akan mulai mengisap di baju Anda, anting-anting, atau apa pun yang bisa ia temukan.

    Suatu hari Jelek membagi kasih sayangnya dengan anak anjing tetangga. Tapi mereka tidak merespon baik, dan Jelek dianiaya dengan sangat parah. Dari apartemen saya, saya bisa mendengar jeritannya, dan saya mencoba untuk bergegas membantunya. Pada saat saya sampai di mana ia terbaring, tampak jelas kehidupan si Jelek yang menyedihkan hampir berakhir.

    Jelek tergeletak di genangan air, kaki belakang dan punggung bawah memutar keluar dari bentuk seharusnya, tetes air mata mengalir di bulunya. Saat saya mengangkatnya dan berusaha untuk membawanya pulang, saya bisa mendengarnya mendesah dan terengah-engah, dan bisa merasakan dia tengah berjuang. "Saya pasti telah menyakitinya dengan sangat," pikir saya. Lalu saya merasakan tarikan yang saya kenal, sensasi hisapan di telinga saya.

    Jelek, merasakan kesakitan yang teramat sangat, menderita dan sekarat namun ia berusaha mengisap telingaku. Saya menariknya lebih dekat, dan ia menabrak telapak tangan saya dengan kepalanya, lalu ia berbalik dan memandang dengan satu mata emasnya ke arah saya, dan saya bisa mendengar suara dengkurannya dengan jelas. Bahkan dalam rasa sakit terbesar, si kucing jelek dengan bekas luka itu berjuang untuk meminta kasih sayang sedikit saja, mungkin beberapa belas kasihan.

    Pada saat itu saya pikir Jelek adalah makhluk yang paling indah yang pernah kulihat. Tak pernah sekali pun dia mencoba untuk menggigit atau mencakar saya, atau bahkan mencoba melarikan diri dari saya, atau meronta-ronta dengan cara apapun. Jelek hanya menatapku dan benar-benar percaya saya dapat menghilangkan rasa sakitnya.

    Jelek meninggal dalam pelukanku sebelum saya bisa masuk ke dalam rumah, tapi saya duduk dan menggendongnya untuk waktu yang lama setelah itu, berpikir tentang bagaimana satu bekas luka, sedikit cacat bisa mengubah pendapat saya tentang apa arti dari kemurnian semangat, untuk mencintai dengan penuh dan sungguh-sungguh.

    Jelek mengajarkan saya lebih tentang memberi dan kasih sayang daripada ajaran seribu buku, kuliah, atau talk show spesial, dan untuk itu saya akan selalu bersyukur. Dia telah terluka di luar, tapi saya telah terluka di dalam, dan sudah waktunya bagi saya untuk maju dan belajar untuk mencintai sungguh-sungguh dan mendalam.

    Sudah waktunya untuk memberi kepada semua orang yang saya sayang. Banyak orang ingin menjadi kaya, lebih sukses, disukai, indah, cantik, tampan, tapi bagi saya, saya akan selalu berusaha menjadi seperti si Jelek. Tak kenal menyerah.

    Renungan Inspiratif - Si Jelek oleh Kisah Motivasi

    Jumat, 25 Juli 2008

    Renungan Motivasi - Gunakan Imajinasimu


    Jangan pernah Anda remehkan nilai imajinasi. Imajinasi bukanlah gambaran kosong atau angan-angan belaka tanpa isi. Dari catatan sejarah telah terbukti banyak tokoh terkenal menjadi besar berkat imajinasinya yang luar biasa. Imajinasi ternyata mempunyai kekuatan. Albert Einstein pernah mengatakan, “Energi mengikuti imajinasi”. Tentu saja, Einstein serius dengan ucapannya teresebut. Dia sendiri mengaku telah membuktikannya ketika ditanya bagaimana dia mampu menghasilkan begitu banyak teori spektakuler, dia menjawab imajinasinyalah yang menjadi salah satu bahan bakar dari idenya itu.

    Lantas, bagaimanakah imajinasi yang dihasilkan pikiran kita bekerja? Pada prinsipnya, perlu Anda sadari, pikiran kita adalah sebuah magnet yang luar biasa. Pikiran kita mampu menjadi otopilot atas apa yang ingin kita wujudkan, yang kita cita-citakan bahkan yang sekadar kita imajinasikan.

    Setiap orang boleh mempunyai mimpi akan masa depan. Mimpi menjadi seorang penulis hebat, misalnya, atau menjadi sastrawan, insinyur, dokter, dan sebagainya. Dalam perwujudan mimpi inilah kekuatan imajinasi berperan. Sekali kita merencanakan dan mematrikan imajinasi dalam pikiran kita, fisik kita pun mulai mencari jalan bagaimana merealisasikan apa yang sudah kita pikirkan.
    Untuk mudahnya, pembaca, ada dua kisah tentang kekuatan imajinasi yang ingin saya ceritakan di sini. Pertama, kisah hidup Mayor James Nesmeth, seorang tentara yang doyan main golf. Dia begitu tergila-gila dengan golf. Tapi sayang sekali, sebelum menikmati kesempatan itu, dia ditugaskan ke Vietnam Utara.

    Sungguh sial, saat di Vietnam dia ditangkap oleh tentara musuh dan dijebloskan ke penjara yang pengap dan sempit. Dia tidak diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan siapa pun. Situasi pengap, kosong, dan beku itu sungguh menjadi siksaan fisik dan mental yang meletihkan baginya.

    Untungnya, Nesmeth sadar dirinya harus menjaga pikirannya agar tidak sinting. Dia mulai berlatih mental. Setiap hari, dengan imajinasinya, dia membayangkan dirinya berada di padang golf yang indah dan memainkan golf 18 hole. Dia berimajinasi secara detail. Dia melakukannya rata-rata empat jam sehari selama tujuh tahun.

    Lantas, tujuh tahun kemudian, dia pun dibebaskan dari penjara. Namun, ada yang menarik saat dia mulai bermain golf kembali untuk pertama kalinya. Ternyata, Mayor James Nesmeth mampu mengurangi rata-rata 20 pukulan dari permainannya dulu. Orang-orang pun bertanya kepada siapa dia berlatih. Tentu saja, tidak dengan siapa pun. Yang jelas, dia hanya bermain dengan imajinasinya. Tetapi, ternyata itu berdampak pada hasil kemampuannya. Nah, inilah kekuatan imajinasi itu.

    Kisah kedua adalah cerita tentang Tara Holland, seorang gadis yang bermimpi menjadi Miss America sejak kecil. Pada 1994, dia berusaha menjajaki menjadi Miss Florida. Sayangnya, dia hanya menyabet runner-up pertama. Tahun berikutnya dia mencoba, tapi lagi-lagi hanya di posisi yang sama. Hati kecilnya mulai membisikkan dirinya untuk berhenti.

    Bulatkan tekad

    Tapi, dia bangkit dan membulatkan tekadnya lagi. Dia pindah ke negara bagian lain, Kansas. Pada 1997, dia terpilih menjadi Miss Kansas. Dan di tahun yang sama, dia berhasil menjadi Miss America! Yang menarik, adalah saat Tara diwawancarai setelah kemenangannya, Tara menceritakan bagaimana dia sudah ingin menyerah setelah dua kali kalah di Florida.

    Tapi, tekadnya sudah bulat. Selama beberapa tahun kemudian, dia membeli video dan semua bahan yang bisa dipelajari tentang Miss Pagent, Miss Universe, Miss America, dan sebagainya. Dia melihatnya berkali-kali. Setiap kali melihat para diva meraih penghargaan tertinggi, Tara membayangkan dirinyalah yang menjadi pemenangnya.

    Satu lagi yang menarik dari wawancaranya adalah saat dia ditanya apakah dia merasa canggung saat berjalan di atas karpet merah. Dengan mantap, Tara Holland menjawab, “Tidak sama sekali. Anda mesti tahu saya sudah ribuan kali berjalan di atas panggung itu.”

    Seorang reporter menyela dan bertanya bagaimana mungkin dia sudah berjalan ribuan kali di panggung, sementara dia baru pertama kalinya mengikuti kontes. Tara menjawab, “Saya sudah berjalan ribuan kali di panggung itu…dalam pikiran saya.”

    Pembaca, dua kisah nyata di atas menceritakan tentang kekuatan imajinasi. Kita memujudkan apa yang kita lihat dalam pikiran kita.
    Imajinasi adalah energi. Energi yang kalau diolah terus-menerus akan mewujud dalam apa yang kita imajinasikan itu.

    Kekuasaan boleh memenjarakan fisik, membungkam mulut, tetapi sama sekali tidak bisa memasung imajinasi kita. Dengan kekuatan imajinasi, masa depan akan menjadi milik kita sesuai yang kita cita-citakan.

    Dengan imajinasi, kita bisa menjadi tuan atas takdir kita, I am the master of my fate. Stephen Covey dalam 7 Habits mengatakan kita membuat kreasi mental lebih dulu sebelum kreasi fisiknya.

    Semakin kuat gambaran mental yang kita miliki, semakin besar energi yang kita miliki untuk mewujudkannya. Sebaliknya, jika kita terlalu banyak membayangkan yang buruk dan negatif, kita menarik energi negatif dan kita semakin ter-demotivasi untuk meraihnya.

    Pepatah Latin mengatakan, Fortis imaginatio generat casum, artinya imajinasi yang jelas menghasilkan kenyataan. Dengan demikian, jangan sia-siakan kekuatan imajinasi dalam diri kita. Imajinasi mampu menjadi kendaraan kita menuju apa saja yang kita mimpi dan cita-citakan.

    Imajinasi akan mengumpulkan seluruh energi kita untuk mewujudkannya. Dalam aplikasi sehari-hari, dengan imajinasi, kita membayangkan hal-hal positif yang akan kita lakukan dan membayangkan hal-hal positif yang akan terjadi. Betapa kita akan melihat langkah dan tindakan kita mulai mengarah pada apa yang kita bayangkan. And…the dreams will come true!



    Sumber: Sukses Berkat Kekuatan Imajinasi oleh Anthony Dio Martin, Psikolog, penulis buku best seller EQ Motivator, dan Managing Director HR Excellency


    Senin, 14 Juli 2008

    Renungan Motivasi - Jangan Takut Gagal


    Anda mungkin pernah dan sering gagal dalam melakukan sesuatu. Mungkin pada saat pertama kali Anda mencoba berjalan, atau ketika mencoba untuk berenang.

    Tapi tahu tidak?
    R.H. Macy - seorang pebisnis top di Amerika, sebelum tokonya di New York berkembang sukses ia telah mengalami kegagalan sebanyak tujuh kali.
    Bagaimana dengan John Creasey (seorang novelis terkenal dari Inggris)? 753 naskah John Creasey ditolak oleh para editor sebelum akhirnya ia menerbitkan sekitar 564 buku yang laris di pasaran.
    Lain lagi dengan Babe Ruth - bintang baseball ternama, dalam catatan karirnya ada sekitar 1.330 kali ia melakukan strike (kegagalan dalam memukul bola), namun ia juga berhasil mencetak 714 home runs sepanjang karirnya.

    Pada intinya, jangan pernah takut dengan sebuah kegagalan. Namun Anda memang patut khawatir terhadap kesempatan yang telah Anda lewatkan saat Anda tak berani untuk mencoba melakukan sesuatu.

    Selasa, 01 Juli 2008

    Renungan - Sifat Kepiting


    Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifat kepiting. Semoga Anda tidak memiliki sifat kepiting yang dengki.

    Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah, tanpa diikat.

    Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus dan lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari. Yang paling menarik dari kebiasaan ini, kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat.

    Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri.

    Resepnya hanya satu, yaitu si pemburu tahu betul sifat si kepiting.

    Bila ada seekor kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar.
    Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menariknya turun… dan begitu seterusnya sampai akhirnya tidak ada yang berhasil keluar.

    Keesokan harinya sang pemburu tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.

    Begitu pula dalam kehidupan ini…
    tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu.

    Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita mengalami kesuksesan kita malahan mencurigai, jangan-jangan kesuksesan itu diraih dengan jalan yang nggak bener.
    Apalagi di dalam bisnis atau hal lain yang mengandung unsur kompetisi,
    sifat iri, dengki, atau munafik akan semakin nyata dan kalau tidak segera kita sadari tanpa sadar kita sudah membunuh diri kita sendiri.

    Kesuksesan akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam bisnis atau persaingan yang penting bukan siapa yang menang, namun terlebih penting dari itu seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri kita seutuhnya.
    Jika kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bisa juga kalah dalam suatu persaingan, namun yang pasti kita menang dalam kehidupan ini.

    Beberapa pertanda bahwa seseorang adalah ‘kepiting’:

    1. Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi) yang sudah lampau dan menjadikannya suatu prinsip/pedoman dalam bertindak

    2. Banyak mengkritik tapi tidak ada perubahan

    3. Hobi membicarakan kelemahan orang lain tapi tidak mengetahui kelemahan dirinya sendiri sehingga ia hanya sibuk menarik kepiting-kepiting yang akan keluar dari baskom dan melupakan usaha pelolosan dirinya sendiri.

    Jika kita pikir, bukankah lebih baiknya jika kepiting-kepiting itu saling tolong-menolong untuk dapat keluar dari baskom?
    namun yah… memang dibutuhkan jiwa yang besar untuk melakukannya…

    Coba renungkan berapa waktu yang Anda pakai untuk memikirkan cara-cara menjadi pemenang. Dalam kehidupan sosial, bisnis, sekolah, atau agama.
    Dan gantilah waktu itu untuk memikirkan cara-cara pengembangan diri Anda menjadi pribadi yang sehat dan sukses.

    ¤¤¤¤¤

    Minggu, 29 Juni 2008

    Renungan Inspiratif - Pikirkan Sebelum Mengeluh

    Kata kata motivasi

    Hari ini...sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
    Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

    Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa
    Pikirkan tentang seseorang yang harus meminta-minta di jalanan.

    Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
    Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

    Sebelum kamu mengeluh tentang pasangan mu.
    Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup

    Sebelum kamu mengeluh tentang nasib hidupmu,
    Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

    Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
    Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul

    Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu lalai
    Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan dengan apa adanya

    Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
    Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

    Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
    Pikirkan tentang pengangguran dan orang-orang cacat yang mencari pekerjaan seperti mu

    Sebelum kamu menunjukkan jari telunjukmu untuk menyalahkan orang lain,
    Pikirkanlah, bahwa keempat jarimu yang lain menunjuk padamu dan tidak ada orang yang tidak pernah membuat kesalahan.

    Renungan Inspiratif - Manusia Dalam Menghadapi Tekanan Hidup

    Kisah Motivasi dan Cerita Inspiratif, Renungan Tekanan Hidup
    Pembaca Catatan Motivasi yang budiman, hidup memanglah tak pernah lepas dari tekanan. Terlebih di era modern sekarang ini dengan segala resikonya. Seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat beresiko. Sekarang ini, perkembangan era menyuguhkan perubahan yang cepat dan tak jarang mengagetkan.

    Nah berlanjut ke masalah perenungan kita dalam menghadapi tekanan hidup. Tekanan sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana seseorang bereaksi di kemudian hari.

    Pada kesempatan kali ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. 

    Tipe pertama, tipe kayu rapuh. 
    Tipe orang yang satu ini, merupakan tipe yang mudah patah arang setiap kali berhadapan dengan tekanan walau sekecil apapun. Walau dalam keseharian terlihat baik-baik saja, tapi sesungguhnya mereka rapuh sekali di dalam hati. Mereka adalah orang yang gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi. Mereka akan langsung mengeluh, merasa putus asa, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Demi menuju yang lebih baik, mereka perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup. Karenanya dalam enghadapi orang macam ini, bila kita ingin agar mereka lebih kuat, kadang kita harus lebih berani tega terhadap mereka. Posisikan kita sebagai pendamping mereka. 

    Tipe kedua, tipe lempeng besi. 
    Tipe yang berikut ini adalah orang-orang yang dalam menghadapi tekanan, pada awalnya mereka dapat bertahan melewatinya. Namun seperti besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut. Bertambah sedikit saja tekanan, dapat membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, mereka terkadang masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Walau tipe lempeng besi terkesan belum terlatih, bila mereka berusaha, mereka akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya. 

    Tipe ketiga, tipe kapas. 
    Seperti kapas, orang-orang yang termasuk dalam tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Bila tekanan datang, mereka mampu fleksibel seperti kapas yang bila ditekan akan mengikuti tekanan yang didapatkannya tersebut. Dan setelah tekanan berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Begitu pula orang tipe ini, mereka bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi. 

    Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong. 
    Di antara ke-empat tipe yang ada, inilah yang paling ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini, karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, ia justru memantul lebih kuat.

    Salah contoh kisah adalah tentang seorang kepala regional sales yang performancenya bagus sekali. Tetapi, hal tersebut membuat atasannya tidak menyukainya. Akibatnya, sang atasan tersebut justru dengan sengaja memindahkannya ke daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti kebanyakan orang. Dia malah berusaha membangun jaringan, mengubah cara kerja, dan membereskan organisasi. Pada tahun kedua di daerah tersebut, justru tempatnya berhasil masuk dalam daerah dengan tiga penjualan tertinggi.

    Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, dia meringkuk di dalam penjara dengan terpaan angin dingin, lantai penuh kotoran, dan melakukan kerja paksa tiap hari. Beliau sudah tidak berbeda dengan ikan herring dalam kaleng. Namun, bekunya Siberia tidak berhasil membungkam kreativitasnya. Di sanalah beliau menelurkan karya-karya tulis besar, seperti 'The Double' dan 'Notes of The Dead'. Beliau menjadi sastrawan dunia.

    Cerita yang sama juga terjadi pada Ho Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho ini harus meringkuk dalam penjara. Tapi, belenggu penjara tidak membuat dirinya patah arang. Beliau berjuang dengan puisi-puisi karyanya. 'A Comrade Paper Blanket' menjadi buah karya kondangnya.
    Nah, pembaca budiman, tiga contoh dari para tokoh tersebut hanyalah contoh sebagai bahan pembelajaran. Sekarang yang penting adalah diri anda. Ketika menghadapi kesulitan, seperti apakah diri anda? Bagaimana reaksi anda?

    Sumber: 4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup oleh Anthony Dio Martin

    Saya yakin kita semua ingin termasuk dalam tipe yang ke-empat tersebut. Dengan adanya tekanan kita harus lebih memberikan motivasi pada diri kita untuk semakin kreatif dan tertantang menjadi lebih kuat.

    Tidak menjadi persoalan pada tipe apa saat ini kita ternmasuk. Yang penting adalah agar kita bergerak dari level tipe kayu rapuh menuju ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental anda hingga ke level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi sesuatu yang mencemaskan untuk anda.